Gue juga gak tau kenapa tapi gue adalah tipe orang yang selalu kepikiran sama hal-hal kecil.
Dari hal kecil itu gue sudah memikirkan banyak kemungkinan.
Dan kalau kemungkinannya negatif, pasti gue gak mau abaikan gitu aja.
So, kalau gue kesal karena hal itu, susah bagi gue untuk membiarkan rasa kesal itu ilang begitu aja.
Sama seperti tadi malam,
Meskipun yang dikeselin udah minta maaf, tapi hati sesak gara-gara rasa keselnya masih ada.
Udah berdoa, udah diingetin, gue tetap kesal.
Bahkan gue gak langsung tidur,
Gue duduk di ruang tamu, mandangin jam yang muter gak berenti-berenti, denger lagu, dan nangis.
Mungkin sepele, tapi karena overthinking, kesedihan gue kayak gak bisa dibendung gitu.
Tapi karena capek nangis, akhirnya gue ngantuk juga.
Dan gue tidur -dalam keadaan kesal-
Pagi ini, gue bangun.
Nah, part ini yang gue kesel, bangun tidur gue akan keputer kejadian apa tadi malam, dan gue inget kalau gue lagi kesel, sehingga mood di pagi itu akan jadi berantakan.
Tapi gamungkin karena gak mood trus gue gak ngapa-ngapain.
Seperti biasa, gue akan ambil buku catatan, buku renungan, alkitab dan hape.
Gue renungan pagi.
Awalnya gue masih biasa aja baca alkitab.
Sampe gue di 2 Korintus
Firman di 2 Korintus itu bicara tentang perasaan Paulus kepada Jemaat di Korintus.
Bagaimana dia kasihtau kalau dia itu sayang sama jemaat di korintus, walau suratnya di 1 korintus itu terbilang tegas dan keras, atau bahkan menimbulkan perasaan dukacita bagi jemaat.
Nah yang menarik perhatian gue di 2 Korintus 2 perikop nya Forgive Person Who Did Wrong, disitu Paulus menjelaskan kalau sampe ada orang lain yang menyebabkan dukacita bagi jemaat korintus, apa yang harus jemaat korintus lakukan ?
Gue baca di versi ERV
Jadi mungkin sebagian besar dari jemaat korintus memberikan hukuman ke orang yang menyebabkan kesedihan itu, tapi pesan Paulus, mereka juga (yang sebagian lain) harus memaafkan, menyemangati, dan menunjukkan kasih mereka ke orang itu supaya orang itu gak sedih dan menyerah. Jadi kita gak kalah sama Iblis.
Gue agak keselek (gatau keselek sama apa)
Tapi gue kena banget sama firman ini, disaat gue lagi kesel karena seseorang berbuat salah, dan gue berpikir untuk tidak memaafkan hal itu, dan gak mau ngehubungin, akhirnya gue tersadar. Bahwa setiap orang pasti berbuat salah.
Cuman, kalau aku sekarang langsung maafin, nanti diulang lagi?
Akhir nya aku berdoa sama Tuhan
"Tuhan, di firman itu gapapa kan di kasih hukuman, aku mau kasih hukuman, supaya dia gak melakukan kesalahan itu lagi, aku janji, aku akan maafin, aku akan semangatin, aku akan lebih tunjukkin kalau aku mengasihi dia, jadi dia bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, dan yang penting, Iblis gak menang atas aku"
Setelah gue bilang amin, gue menjalani hari dengan hilangnya rasa kesal.
Gue cuma kasih hukuman sementara sama sumber kekesalan gue dan setelahnya, gue memaafkan, dan gue gak terlalu ambil pusing sama kesalahan itu,
Yang penting, gue terus bimbing supaya bisa jadi lebih baik, dan gak ulangin kesalahan yang sama. itu juga termasuk menunjukkan kasih kok :)

0 komentar:
Posting Komentar